Hal Seru Yang Sering Terjadi Saat Berjualan Asuransi: Chapter 1

Hal Seru Yang Sering Terjadi Saat Berjualan Asuransi: Chapter 1


Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya saya kembali untuk membagikan sebuah pengalaman berkesan setelah 2 tahun saya menjalani profesi sebagai agen asuransi. Artikel terakhir yang pernah saya tulis dan berkaitan dengan agen asuransi ialah tentang komisi agen asuransi yang sangat menggiurkan. Artikel tersebut bisa dibaca melalui tautan berikut ini, dan semoga pembaca terinspirasi untuk menjadi agen asuransi.

Hehehe. . .

ungkin tidak semua orang dilahirkan untuk menjadi agen asuransi. Lagipula, siapa sih yang mau berjualan asuransi? Kita harus menjual suatu produk yang sering mendapat stigma negatif dari kebanyakan orang. Kita harus menjual suatu produk yang tidak lepas dari insiden atau nasib buruk. Mulut membawa malapetaka dan ketakutan. Ketika kita menghubungi teman lama dan menanyakan kabar, mereka langsung menjawab to the point:

“Mau nawarin asuransi ya? Hehehehe”

hehehehe
Hehehe
hehe
he

*menghilang dari peradaban*

Fear Marketing. You name it! The challenge is real!

Teringat ketika saya pertama kali resmi menjadi agen asuransi dan memiliki lisensi AAJI. Saya begitu getol dan rajin untuk menceritakan banyak hal baik dan positif yang bisa asuransi lakukan kepada semua orang di dekat saya. Saya menceritakan bagaimana ia mampu menyelamatkan kondisi finansial dari saat kritis dan genting. However, di tahun pertama saya tidak mendapatkan nasabah sama sekali.

Memasuki bulan ke tiga belas, akhirnya saya mendapatkan nasabah pertama saya yang sampai sekarang masih berhubungan baik dan sedang dalam proses penawaran asuransi kesehatan untuk istri beliau. Doakan tembus ya guise!

Seiring berjalannya waktu, Tuhan singkapkan langit dan mempercayakan saya lebih banyak nasabah hingga saat ini. Tentu saja semuanya melalui proses yang tak mudah. Pada waktu itu beberapa kali saya berpikiran untuk mengeuthanasia website ini karena tidak menghasilkan banyak leads.

Segala macam internet marketing mulai dari Facebook ads hingga Google ads saya terapkan, namun tak satupun membawa conversion. Saya memodifikasi website ini dan menjadikannya produk yang gesit, ringan, dan responsif. Saya berinvestasi dalam website ini menggunakan tema premium dan hosting yang bukan kaleng-kaleng. Lalu, apa yang dibawa oleh website asuransimurni.com ini di 1 tahun pertama?Mungkin inilah yang membedakan mengapa menjual asuransi tidak semudah berjualan di Internet layaknya toko online. Berbagai macam website seperti Cermati dan Futuready memiliki produk dengan cara kerja serupa dengan E-Commerce yang bergerak di bidang asuransi. Saya yakin kedua website tersebut memiliki funding yang lebih besar, teknologi yang lebih canggih, dan orang-orang kompeten dan expert di bidangnya. Namun hal tersebut mungkin tidak memberikan consideration apapun bagi konsumen untuk membeli asuransi secara daring di Internet.

Saya pun pernah mengalami putus asa ketika mengetahui bahwa startup dengan valuasi raksasa bernama Tokopedia pun berjualan asuransi. Di saat yang sama saya berpikir:

What makes me stand out compare to others?

At that time, saya berpikir bahwa saya harus menjadi agen asuransi yang berbeda dari agen asuransi lainnya. Salah satu caranya ialah dengan aktif di media sosial seperti Twitter dan aktif menulis blog. Karena saya bukan berasal dari latar belakang ekonomi, dan terlahir dalam keluarga yang belum terbiasa dalam hal financial planning, keadaan ini memaksa saya untuk belajar tentang personal finance secara otodidak via Youtube maupun E-Book. Beberapa Ebook yang saya rekomendasikan untuk dibaca ialah:

Dengan mempelajari keuangan secara finansial dan menuliskannya dalam kehidupan sehari-hari, membuat ilmu yang saya dapat seakan ngelotok dan susah lepas dari pikiran. Sesekali saya membagikan kebingungan saya dalam membaca buku-buku personal finance tersebut melalui akun Instagram saya di nencorr. Hell yes, i will do anything to learn something new!

Komentar